Selasa, 17 November 2020

Film 'Keluarga Cemara': Perjuangan Hidup saat Jatuh Miskin


Filmnya diawali dengan gambaran kehidupan keluarga Cemara yang awalnya baik-baik aja saat mereka masih di kota. Lalu, masalah muncul saat Abah ditipu oleh koleganya sendiri yang membuat harta serta rumahnya harus disita. Mereka sekeluarga pun lalu pindah ke rumah Aki (Kakek) di kampung yang jauh di daerah kota Bogor. Hal ini membuat gaya hidup Euis sekeluarga berubah 180 derajat.

Kisah dimulai dari sibuknya Abah dalam bekerja sehingga tidak bisa menyempatkan hadir dalam momen-momen penting keluarga seperti saat putrinya tengah tampil pentas di sekolah atau ulang tahun di rumah. Dalam kesibukan tersebut tenyata usaha yang dilaksanakan Abah gagal. Keuangan perusahaan defisit karena dana yang ada, ternyata digunakan oleh mitra Abah yaitu kakak iparnya untuk investasi yang bermasalah. Sebagai akibatnya seluruh Abah juga terkena dampaknya, rumah dan hartanya disita oleh debt collector untuk membayar utang perusahaan yang disebabkan oleh kakak iparnya.

Abah bersama keluarga kemudian terpaksa pindah sementara ke rumah di desa terpencil di Jawa Barat. Rumah itu merupakan rumah masa kecilnya, sebuah warisan dari ayahnya. Abah juga terus berusaha untuk memenangkan gugatannya di pengadilan karena ia tidak merasa ikut bisnis kakak iparnya. Tapi usahanya tersebut gagal, karena ternyata tanpa disadari tanda tangannya terdapat di kontrak investasi yang dilakukan kakak iparnya.

Abah kemudian dengan terpaksa harus beradaptasi seadanya demi keutuhan rumah tangganya. Sangat membahagiakan keluarganya ternyata mau menerima segala apa yang terjadi. Penerimaan ini membuat Abah kemudian bekerja sekeras mungkin dengan iklim desa. Ia kemudian menjadi kuli bangunan. Emak membantunya dengan memproduksi dan menjual opak. Euis ikut menjualnya opak tersebut ke sekolahnya. Sekalipun demikian beberapa masalah keluarga tetap timbul karena kemiskinan yang ada dan karena usia Euis yang telah meremaja. Namun demikian semua dapat diatasi.

Suatu ketika Abah jatuh saat bekerja sebagai kuli bangunan, kaki Abah sakit. Setelah sembuh ia kemudian mencari pekerjaan baru menjadi driver motor Gojek. Sebagai driver motor, ekonomi Abah menjadi lebih baik. Emak juga kini hamil lagi.

Namun keinginan kembali ke kota tetap masih sangat besar, sehingga Abah ingin menjual rumah warisan yang ditempatinya sekarang untuk modal usaha. Abah lalu menangani akta jual beli setelah seorang peminat ingin membeli rumahnya datang. Ternyata rencana Abah ditentang oleh anak-anaknya. Hal ini karena anaknya merasa lebih bahagia di desa. Hal ini karena kedekatan keluarga dirasakan jauh lebih baik dari pada di kota dulu. Euis dan Ara pun sudah dapat beradaptasi di sekolahnya.

Karena merasa nota jual beli sudah ditandatangani dan memberikan DP, pembeli rumah mulanya keberatan. Namun akhirnya semua permasalahan selesai, karena pembeli mau mengembalikan rumah yang telah dibelinya. Di saat itu pula, Emak kemudian melahirkan. Mereka kemudian bahagia tinggal di desa.

Kisah ini tentu menginspirasi keluarga Indonesia untuk tetap bisa sabar dalam seberapapun berat cobaan yang mendera. Hanya saja sayangnya, kisah-kisah yang disajikan terlalu terlihat dipaksakan dan kurang begitu cair. Film ini juga seperti film-film lain terlalu menekankan pada syndrome Siti Nurbaya. Di mana orang asing dilukiskan terlalu sangat baik karena mau mengembalikan tanah yang sudah ia beli.

 

Ghina Lestiana (1174020051)

 

KPI/VII B

Kamis, 27 Desember 2018

PORTOFOLIO JURNALISME DAKWAH

Ghina Lestiana
Mahasiswa Semester 3 Komunikasi dan Penyiaran Islam, (KPI 3 B) 
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Kesan dan Pesan

Setelah saya belajar mata kuliah jurnalisme dakwah saya menjadi paham bagaimana cara liputan berita, mencari informasi, juga menjadi terasah untuk saya menulis berita, opini maupun lainya. Banyak pelajaran mengenai kejurnalistikan yang saya dapatkan diperkulihan ini secara materi maupun praktek.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan mata kuliah ini para mahasiswa khususnya saya menjadi lebih disiplin karna harus mengumpulkan tugas-tugas stiap minggu, mengasah kemampuan menulis. Namun, kekurangannya terletak pada pemenuhan batas waktu yang selalu bentrok dengan mata kuliah lain sehingga membuat saya bingung akan menyelesaikan tugas yang mana dulu yang membuat saya pusing akan tugas itu
Target Jurnalisme Dakwah

Target supaya tulisan-tulisan atau karya-karya yang menjadi tugas mata kuliah Jurnalisme Dakwah ini khususnya mahasiswa KPI lebih terekspos media-media diindonesia.
(1) penulisan opini dan pengiriman ke media massa nasional (2) peliputan masjid dan dibuat menjadi berita (3) penulisan esai untuk dilombakan (4) mencari tokoh inspiratif dijadikan berita featue tokoh (5)membuat video singkat dengan backsound suara ceramah ustad dan suara sendiri (6) meresensi buku terbar; dan (7) pembuatan portofolio yang kemudian dipublikaskan di blog pribadi.

Karya
Liputan masjid

1.      Sejarah Pembangunan Masjid Al-Istiqomah-
2.      Masjid Al-Istiqomah Rayakan Tahun Baru Islam
3.      Ustad Wawan: Tausiyah Syukur Atas Nikmat Allah
4.      Masyarakat Kurang Antusias Salat Berjamaah di MAsjid Al-Istiqomah
5.      Raih Keinginan Dengan Salat Hajat
Feature tokoh
1.      Wawan Alawi : Keiklasan Seorang Guru Ngaji
Video dakwah
1.      Raih Keinginan Dengan Salat Hajat – Ustad Wawan Alawi
2.      Keutamaan Salat Hajat – Ghina Lestiana
Opini
1.      Pengaruh Globalisasi Bahasa
2.      Kebebasan Bicara Bukan Berarti Asal Bunyi
Essai
1.      Agama dan Transisi Demokrasi  Islam
Resensi Buku 
1.      Resensi Kemurnian Hati Yang Melanda Manusia

Target saya kedepanya

Bisa terus menulis dan dikirim ke media cetak maupun online di media-media Indonesia ketika saya sedang sibuk maupun tidak sibuk. jika saya ada waktu saya pasti akan meberi berita atau membuat opini kekoran dan yang lain-lainnya.

Rabu, 21 Maret 2018

Journey of life

Hallo welcome to Blog Ghina ya😊

Disini aku akan menceritakan tentang perjalananku😊

Nama aku Ghina Lestiana aku tinggal di Bandung bersama orang tua ku. Kembali ke cerita aku ya aku lahir 16-Januari-1999 loh hehehe. Aku adalah anak pertama cw lagi satu-satu nya engga sih sama mama hahaha. Waktu aku umur 1-2 tahun aku anak yang suka dikit dikit sakit karena aku mempunyai penyakit yang kadang-kadang step terus penyakit bronitis maka nya sampai sekarang kalau kedinginan banget suka sakit hemmm kode kali ya. Pas umur aku 4 tahun aku masuk play grup 0 kecil karena masih kecil, setelah setaun aku masuk ke tingkatan TK (Taman Kanak-kanak) aku sangat bahagia pada saat TK karena guruku selalu mengajariku membaca menulis menghitung.

Satu tahun berlalau aku masuk SD di Cileunyi 01 tadi nya mau ke Al-Masoem tapi ga ada yang antar jemput ke sekolah jadi nya sekolah di SD Cileunyi 01 deh. Pada awal masuk SD aku canggung dengan teman yang baru aku selalu di tungguin sampe pulang sekolah sama mamaku sebener nya sih manja tapi emang iya aku manja sampe sekarang juga bukan lagu syantik ya. Tapi mama adalah teman yang sangat mengerti gimana aku. I love mama yang selalu menasehatiku.

Setelah menyelesaikan SD selama 6 tahun aku melanjutkan sekolah ke SMP dan aku masuk ke SMPN 1 Jatinangor  tadi nya mau masuk SMPN 2 Cileunyi yang pada saat itu RSBI tapi aku engga jadi soal nya pendaftatan nya sudah di tutup tapi aku bahagia masuk SMP Jatinangor  selama 3 tahun aku belajar dengan teman teman yang baru.

Tiga tahun belalu aku pun masuk SMA yang tetap di Jatinangor yaitu SMAN Jatinangor dengan kelas IPA dulu awal kelas 11  dan pada kelas 12 aku  memutuskan sekolah ke perguruan tinggi negri. Setelah aku lulus SMA aku pingin masuk universitas Pajajaran aku mendaftar SBNPTN dan aku mengambil jurusan ekonomi ternyata tidak lulus juga. Tadi nya aku pingin ke swasta aja tapi Ayah ku bilang jangan swasta cari dulu negri. Ternyata UIN masih membuka pendaftaran Ujian Mandiri aku daftar deh aku memilih pilihan pertama adalah Menajemen Keuangan Syariah kedua aku pilih menajemen Fisip dan pilihan terakhir harus di isi padahal aku ga mau ngisi terus aku klik aja paling atas dari pilihan yaitu KPI padahal aku ga tau apa itu KPI tadi nya aku ga akan di ambil tapi papah  dan mamaku  bilang ambil aja dari pada nganggur sebener nya aku sedih banget tapi gimana lagi emang udah takdir kali ya.. Tapi aku harus bersukur bisa masuk orang lain pada tidak masuk jadi allhamdulliah deh, makasih allah baik sama aku.

Rabu, 14 Maret 2018

Senyum Membawa Pesan




Pagi ini aku terbangun seperti biasa
Membuka mata dan melihat langit langit kamar tanpa bulan
Entah mengapa aku merasa hari ini akan berbeda
Entahlah
Entah karena apa...

Aku pergi tuk melihat indahnya matahari pagi
diselimuti embun yang berbulir indah diatas dedaunan
Sejuknya pagi ini membuat suasana hatiku bahagia


Dari jauh ku lihat ada seseorang yg melambaikan tangan
Hatiku berdegup
Mungkinkah itu kamu?


Yaaaa..  Itu kamu?
Kamu yg selama ini pergi tanpa kabar
Kini datang dengan sejuk membawa senyuman

Aku larii, kau pun larii
Kita sama sama rindu dan sangat ingin menghampiri
Apakah ini kebahagiaan yg datang setelah penantian?


Ohh tuhan,  aku bahagia
Terimakasih atas kesempatan kedua yg aku punya
Aku tak mau senyuman itu hilang lagi dari hidupku
Karna aku ,menyanyangimu💕